Posted on: April 20, 2021 Posted by: Syalman Comments: 0
Pengertian Beton, Kelebihan, Kekurangan, Sifat Dan Jenis-Jenis Beton

Pengertian beton menurut para ahli di dalam konstruksi, beton merupakan sebuah bahan bangunan komposit yang terbuat dari kombinasi aggregat dan semen sebagai bahan pengikat. Biasanya bentuk dari beton adalah beton semen Portland, yang terdiri dari aggregat mineral (kerikil dan pasir), semen dan air.

Diketahui secara umum bahwa beton mengering setelah pencampuran dan peletakan. Namun sebenarnya, beton tidak menjadi padat karena air menguap, tetapi disebabkan semen berhidrasi dan mengrekatkan komponen lainnya bersama, dan akhirnya membentuk material seperti batu.

Beton banyak digunakan untuk membuat perkerasan jalan, struktur bangunan, fondasi, jalan serta jembatan penyeberangan, struktur parkiran, dasar untuk pagar/gerbang, dan semen dalam bata atau tembok.

Beton terpilih karena memiliki kekuatan yang kokoh, bertekstur halus serta permukaan yang rata. Biaya pembuatan konstruksi beton pun jauh lebih murah daripada konstruksi besi dan baja.

Didalam perkembangannya banyak ditemukan beton baru hasil modifikasi serta penelitian, seperti beton ringan, beton semprot, beton fiber, beton berkekuatan tinggi, beton berkekuatan sangat tinggi, beton mampat sendiri (self compacted concrete) dll. Saat ini beton merupakan bahan bangunan yang paling banyak dipakai di seluruh dunia.

Sejarah Beton

Penggunaan beton dan bahan-bahan vulkanik seperti abu pozzolan (bahan pembentuknya) telah dimulai sejak zaman Yunani dan Romawi, bahkan mungkin sebelumnya. Dengan campuran kapur, pozzolan dan batu apung, bangsa Romawi banyak membangun berbagai infrastruktur seperti akuaduk, bangunan, drainase dan lain sebagainya.

Di Indonesia penggunaan beton bisa dilihat pada beberapa bangunan kuno yang tersisa hingga saat ini. Benteng Indrapatra di Aceh yang dibangun pada abad ke-7 oleh kerajaan Lamuri, bahan bangunannya berupa kapur, batu gunung dan tanah liat.

Bangsa Mesir sebelumnya telah menemukan bahwa dengan memakai aditif debu vulkanik mampu meningkatkan kuat tekan beton.

Penggunaan beton secara masif diawali pada permulaan pada abad 19, dan merupakan awal era beton bertulang. Berikut beberapa ahli yang tercatat telah menerbitkan tulisan terkait beton, yaitu:

  • Tahun 1801, F.Coignet menerbitkan tulisannya mengenai prinsip-prinsip konstruksi dengan meninjau kelembapan bahan beton terhadap taruknya.
  • Tahun 1850, J.L. Lambot untuk pertama kalinya membuat kapal kecil dari bahan semen untuk dipamerkan dalam Expo tahun 1855 di Paris.
  • Kemudian J.Moiner, seorang ahli taman dari Prancis mematenkan rangka metal sebagai tulangan beton untuk mengatasi taruknya yang digunakan untuk tanamannya.
  • Tahun 1886, Koenen menerbitkan tulisan mengenai teori dan perancangan struktur beton.
  • Tahun 1906, C.A.P Turner mengembangkan pelat slab tanpa balok.

Kelebihan dan Kekurangan Beton

Berikut adalah kelebihan beton, yaitu:

  • Mudah dibentuk sesuai dengan kebutuhan konstruksi.
  • Memiliki kekuatan mumpuni,
  • Tahan terhadap temperatur yang tinggi
  • Biaya pemeliharaan yang murah.

Sedangkan kekurangan beton adalah:

  • Bentuk yang telah dibuat sulit diubah tanpa kerusakan.
  • Beton yang ingin dihancurkan membutuhkan biaya yang mahal.
  • Berat dan memiliki kuat tarik yang lemah.
  • Beton memerlukan perkuatan dalam struktur beton dengan menggunakan tulang baja.
  • Memiliki daya pantul suara yang besar.

Sifat Beton

Salah satu kekurangan beton adalah memiliki kuat tekan yang tinggi namun kuat tarik yang lemah. Untuk kuat tekan, di Indonesia sering digunakan satuan kg/cm². Kuat tekan tersebut dibedakan dengan dengan simbol K untuk benda uji kubus dan fc untuk benda uji silinder.

Kuat hancur beton sangat dipengaruhi oleh beberapa faktor sebagai berikut:

  • Jenis dan kualitas semen
  • Jenis serta lekul bidang permukaan agregat. Pada kenyataan menunjukkan bahwa penggunaan agregat akan menghasilkan beton dengan kuat tekan dan kuat tarik lebih besar daripada penggunaan kerikil halus (batu guli) dari sungai.
  • Perawatan. Kekuatan beton sampai dengan sekitar 40% dapat terjadi bila pengeringan diadakan sebelum waktunya, sehingga perawatan adalah hal yang sangat penting pada pekerjaan lapangan dan pada pembuatan benda uji.
  • Suhu. Pada umumnya kecepatan pengerasan beton bertambah dengan adanya pertambahan suhu.
  • Umur. Pada keadaan yang normal kekuatan beton bertambah sesuai umurnya.

Macam-macam Jenis Beton

Ada berbagai macam jenis beton yang dikelompokkan berdasarkan fungsi dan kegunaannya.

Berikut adalah 10 macam-macam jenis beton sebagai berikut:

  • Beton normal
  • Beton Ringan
  • Beton Serat
  • Beton Massa
  • Beton Pra-Cetak
  • Beton Bertulang
  • Beton Mortar
  • Beton non-Pasir
  • Beton Siklop
  • Beton Hampa

Demikian penjelasan singkat mengenai pengertian beton, kelebihan dan kekurangan beton serta sifat dan jenis-jenis beton.

Leave a Comment